Post

Selasa, 21 Juli 2015

Prinsip Penanganan Pascapanen

Panen merupakan aktivitas memungut atau memisahkan bagian tanaman yang berharga/bernilai ekonomis dari batang atau media tumbuhnya. Sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis tentunya memerlukan penanganan yang khas agar nilai ekonomis produk tersebut tidak berkurang. Pada kenyataannya produk pertanian masih memiliki losses yang tinggi pada aktivitas panen dan pasca panen yaitu 20-50 %. 
Ilustrasi :http://beritadaerah.co.id/
Tingginya losses pasca panen disebabkan oleh berbagai macam faktor mulai dari saat dan cara pemanenan, alat yang digunakan, kondisi iklim, kurangnya tenaga kerja, kurangnya kapasitas penanganan mulai dari peralatan sortasi, pengeringan, sampai alat penyimpan. Kondisi tersebut akan menyebabkan produk pascapanen rawan mengalami penurunan kualitas dan penurunan shelf life , produk menjadi rusak, terserang hama dan penyakit, bahkan terkontaminasi zat-zat yang mengancam keamanan pangan. 
Sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis, kerusakan produk pascapanen harus dicegah sejauh mungkin sepanjang masih menguntungkan. Dari penjelasan tersebut diatas dapat simpulkan bahwa prinsip penanganan pasca panen mencakup 3 aspek yaitu;
1. Meminimalkan losses 
2. Mempertahankan kualitas produk
3. Mencegah timbulnya kontaminasi
Beberapa upaya yang dipakai untuk mencegah kerusakan/berkurangnya nilai ekonomis produk pertanian dapat dilakukan sebagai berikut;

1.     Menentukan saat panen yang tepat
Penentuan saat panen produk pertanian merupakan saat yang krusial. Produk yang dipanen tidak tepat pada masanya memberikan berbagai macam kerugian. Jika produk dipanen sebelum masanya menghasilkan produk produk dengan kualitas dibawah standar tetapi dengan potensi losses yang rendah. Sedang buah yang dipanen lewat masa panen yang tepat akan menghasilkan produk produk yang berkualitas baik tetapi dengan shelf life yang pendek dan potensi losses yang tinggi. Cara  menduga saat panen yang tepat dapat dilakukan dengan berbagai cara dapat dilakukan sebagai berikut:
a.     Cara Fisik
Penentuan saat panen dapat dilakukan dengan melihat ciri fisik produk yang akan dipanen meliputi cara visual dan pengukuran parameter fisik dari produk yang akan dipanen.
b.     Cara Kimia
Penentuan saat panen dapat dilakuan dengan cara mengukur dan menganalisa kandungan senyawa kimia yang terjadi akibat proses-proses fisiologis yang terjadi seperti kadar air, kadar gula, kadar asam dll.
c.      Cara fisiologis
Penentuan dilakukan dengan cara mendeteksi respirasi, transpirasi dan senyawa yang terbentuk pada tahap panen terjadi.
d.     Cara komputasi

Penentuan panen berdasarkan umur tanaman atau umur produk pertanian dari saat penyerbukannya.

2.     Peralatan dan tenaga kerja pemanen
Waktu optimal panen umumnya sangat singkat, ditambah dengan faktor cuaca kadang yang tidak mendukung membuat kebutuhan alat dan tenaga kerja yang cukup. Sebagai contoh kondisi riel petani  padi saat ini meski hasil panen cukup baik, namun ada beberapa hal yang masih menjadi kendala petani. Salah satunya belum adanya peralatan pendukung guna mempercepat proses panen dan semakin sulit mencari tenaga pemanen. Kondisi ini membuat upaya penekanan tingkat losses pascapanen menjadi lebih sulit. 
ilustrasi : http://www.fastonline.org

3.     Kapasitas dan perlakuan pasca panen
Penggunaan alat dan mesin adalah sarana untuk meningkatkan kapasitas pascapanen. Penggunaan peralatan tersebut juga membawa dampak pada perbaikan penanganan pascapanen. Beberapa masalah penundaan penanganan pascapanen dapat diatasi dengan menggunakan peralatan dan perbaikan perlakuan pascapanen. Penanganan yang lambat akan menyebabkan kerusakan produk bahkan dapat terserang hama dan penyakit yang pada akhirnya akan menyebabkan ancaman keamanan pangan. Sebagai misal hasil penelitian pada kacang tanah  menunjukkan bahwa  aflatoksin akan mulai terbentuk dalam waktu 24 jam setelah panen.

4.     Pengamanan produk pasca panen
Sekalipun proses penanganan pascapanen telah dilakukan dengan baik tetapi untuk mempertahankan kondisi tersebut diperlukan cara-cara pengamanan agar produk tersebut tidak terkena pengaruh kondisi lingkungan yang tidak dapat terkendali, seperti perubahan kelembaban, adanya serangan hama dan penyakit. Beberapa langkah pengamanan produk dapat dilakukan dengan cara penyimpanan dan pengemasan dan penambahan zat-zat pengawet yang diperkenankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar