Panen merupakan aktivitas memungut atau
memisahkan bagian tanaman yang berharga/bernilai ekonomis dari batang atau
media tumbuhnya. Sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis tentunya
memerlukan penanganan yang khas agar nilai ekonomis produk tersebut tidak
berkurang. Pada kenyataannya produk pertanian masih memiliki losses yang tinggi
pada aktivitas panen dan pasca panen yaitu 20-50 %.
| Ilustrasi :http://beritadaerah.co.id/ |
Tingginya losses pasca panen disebabkan
oleh berbagai macam faktor mulai dari saat dan cara pemanenan, alat yang
digunakan, kondisi iklim, kurangnya tenaga kerja, kurangnya kapasitas
penanganan mulai dari peralatan sortasi, pengeringan, sampai alat penyimpan.
Kondisi tersebut akan menyebabkan produk pascapanen rawan mengalami penurunan
kualitas dan penurunan shelf life , produk menjadi rusak, terserang hama dan
penyakit, bahkan terkontaminasi zat-zat yang mengancam keamanan pangan.
Sebagai produk yang memiliki nilai
ekonomis, kerusakan produk pascapanen harus dicegah sejauh mungkin sepanjang masih
menguntungkan. Dari penjelasan tersebut diatas dapat simpulkan bahwa prinsip penanganan pasca panen mencakup 3 aspek yaitu;
1. Meminimalkan losses
2. Mempertahankan kualitas produk
3. Mencegah timbulnya kontaminasi
Beberapa upaya yang dipakai untuk mencegah
kerusakan/berkurangnya nilai ekonomis produk pertanian dapat dilakukan sebagai berikut;
1. Menentukan saat panen yang tepat
Penentuan saat panen produk pertanian
merupakan saat yang krusial. Produk yang dipanen tidak tepat pada masanya
memberikan berbagai macam kerugian. Jika produk dipanen sebelum masanya
menghasilkan produk produk dengan kualitas dibawah standar tetapi dengan
potensi losses yang rendah. Sedang buah yang dipanen lewat masa panen yang
tepat akan menghasilkan produk produk yang berkualitas baik tetapi dengan shelf
life yang pendek dan potensi losses yang tinggi. Cara menduga saat panen
yang tepat dapat dilakukan dengan berbagai cara dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Cara Fisik
Penentuan saat panen dapat dilakukan
dengan melihat ciri fisik produk yang akan dipanen meliputi cara visual dan
pengukuran parameter fisik dari produk yang akan dipanen.
b. Cara Kimia
Penentuan saat panen dapat dilakuan dengan
cara mengukur dan menganalisa kandungan senyawa kimia yang terjadi akibat
proses-proses fisiologis yang terjadi seperti kadar air, kadar gula, kadar asam
dll.
c. Cara fisiologis
Penentuan dilakukan dengan cara mendeteksi
respirasi, transpirasi dan senyawa yang terbentuk pada tahap panen terjadi.
d. Cara komputasi
Penentuan panen berdasarkan umur tanaman
atau umur produk pertanian dari saat penyerbukannya.
2. Peralatan dan tenaga kerja pemanen
Waktu
optimal panen umumnya sangat singkat, ditambah dengan faktor cuaca kadang yang
tidak mendukung membuat kebutuhan alat dan tenaga kerja yang cukup. Sebagai
contoh kondisi riel petani padi saat ini meski
hasil panen cukup baik, namun ada beberapa hal yang masih menjadi kendala
petani. Salah satunya belum adanya peralatan pendukung guna mempercepat proses
panen dan semakin sulit mencari tenaga pemanen. Kondisi ini membuat upaya
penekanan tingkat losses pascapanen menjadi lebih sulit.
3. Kapasitas dan perlakuan pasca panen
Penggunaan
alat dan mesin adalah sarana untuk meningkatkan kapasitas pascapanen.
Penggunaan peralatan tersebut juga membawa dampak pada perbaikan penanganan
pascapanen. Beberapa masalah penundaan penanganan pascapanen dapat diatasi
dengan menggunakan peralatan dan perbaikan perlakuan pascapanen. Penanganan
yang lambat akan menyebabkan kerusakan produk bahkan dapat terserang hama dan
penyakit yang pada akhirnya akan menyebabkan ancaman keamanan pangan. Sebagai
misal hasil penelitian pada kacang
tanah menunjukkan
bahwa aflatoksin
akan mulai terbentuk dalam waktu 24 jam setelah panen.
4. Pengamanan produk pasca panen
Sekalipun
proses penanganan pascapanen telah dilakukan dengan baik tetapi untuk
mempertahankan kondisi tersebut diperlukan cara-cara pengamanan agar produk
tersebut tidak terkena pengaruh kondisi lingkungan yang tidak dapat terkendali,
seperti perubahan kelembaban, adanya serangan hama dan penyakit. Beberapa
langkah pengamanan produk dapat dilakukan dengan cara penyimpanan dan
pengemasan dan penambahan zat-zat pengawet yang diperkenankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar